Mohamed Salah, Korban Mourinho yang Sekarang Meledak

Lapakcasino.com – Penampilan Mohamed Salah bersama The Reds bagai tamparan keras bagi The Blues. Telah pasti, The Blues menyesal sudah melepas Salah pada 2016 lalu.

Keputusan The Blues melepas Salah memang patut disorot. Pasalnya, selepas dipinjamkan ke Fiorentina serta AS Roma, Salah memberikan penampilan yang menjanjikan.

Serta, tentu jadi pertanyaan besar, kenapa The Blues ketika itu tidak mau memulangkan Salah?

Entah apa yang ada dalam pikiran The Blues. Mungkin, mereka mau mengoptimalkan kontribusi Eden Hazard.

Namun, tidak tepat juga jika Salah dibuang hanya karena Hazard. Pasalnya, kedua pesepakbola ini dapat ditandemkan dengan komposisi Hazard di winger kiri serta Salah menempati pos kanan.

Dengan formasi ini, The Blues dapat saja meledak. Sektor depan Chelsea mungkin saja dapat menjadi yang paling ditakuti di ajang liga Inggris.

Tapi, keputusan The Blues tidak memulangkan Salah, kelihatannya juga dipengaruhi niat sang pesepakbola.

Memang, lelaki 25 tahun tersebut merasa sakit hati dengan The Blues. Di pasukan Chelsea, Salah saat itu tidak meraih peluang bermain yang banyak.

Pun dengan formasi bermain The Blues. Ketika Salah berseragam The Blues, Mourinho masih berkuasa.

Artinya, Salah tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena Jose Mourinho sering memainkan formasi permainan yang pragmatis. Bukan hanya tidak cocok dengan formasi, Jose Mourinho juga selalu menomor duakan Salah.

Walaupun, Salah dihadirkan atas rekomendasinya. Namun, Jose Mourinho malah membuatnya jadi pesepakbola usang.

“Saat bersama The Blues, aku tidak memperoleh peluang. Aku tidak main, kalian dapat lihat dalam angka,” ujar Salah dikutip Sky Sports.

“Kini, kalian lihat perbedaan dalam diri aku. Setiap tahun, tiap hari, serta bulan, aku membuktikan diri. Aku selalu mencari kelemahan, memperbaikinya, agar jadi pesepakbola serta pribadi yang lebih baik di segala hal,” imbuh ia.

Bersama The Reds, Salah ingin membuktikan diri kepada seluruh pencinta sepakbola di Inggris. Penampilannya musim ini bagai sebuah penegasan bahwa ia ialah pesepakbola yang tidak dapat dianggap enteng.

“Saat meninggalkan Inggris, pikiran aku ialah bakal kembali satu ketika nanti. Saat ada peluang, aku mewujudkannya. Aku mau memperlihatkan ke semua orang bagaimana permainan sepakbola milik aku,” kata Salah.