PSSI

Dirtek PSSI: Pemain Muda Indonesia Punya Jiwa Petarung

Pieter-Huistra2

Mix parlay 13rb

Agen Judi Online – Pieter Huistra Direktur Teknik PSSI berpendapat, bahwa para pemain muda Indonesia harus belajar teknik dan taktik dasar bermain sepakbola. Pasalnya , Huistra menyatakan, hal itu yang benar-benar akan membuat mereka menjadi pemain hebat di masa depan.

Usai melakukan perjalanan ke Maluku, Pieter Huistra melihat anak-anak Indonesia memiliki hasrat dan kemauan untuk mejadi pesepakbola. Oleh karena itu, eks pemain Timnas Belanda ini mengatakan, bahwa anak-anak tersebut harus diberikan pelatihan yang tepat sejak dini oleh para pelatih.

“Selepas saya mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, Saya sudah mendapatkan gambaran besarnya di kepala saya. Mereka juga memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Huistra dalam rilis yang diterima wartawan.

“Mereka bermain di berbagai macam lapangan, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tapi harus diingat, mereka tetap harus belajar teknik dan taktik dasar dalam bermain sepak bola terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pemain hebat,” imbuhnya.

Pieter Huistra juga mengungkapkan, kekagumannya pada jiwa petarung para pemain muda Indonesia di tengah lapangan yang tidak memenuhi standar di Maluku dan daerah lainnya. Mantan pelatih Groningen ini pun meminta pemain, pelatih, wasit, dan pencari bakat menjadi satu kesatuan untuk perkembangan sepakbola Indonesia yang berujung ke Timnas.

“Mereka punya jiwa petarung untuk bermain sepakbola dan itu adalah hal yang sangat penting. Itu yang saya lihat dan dapatkan saat berkunjung ke sana. Pemain, pelatih, wasit dan pencari bakat harus diberikan pelatihan yang lebih dalam lagi agar bisa memahami tugas dan perannya,” pungkas Pieter.

Komdis Belum Hukum Pelaku “Sepakbola Gajah” PSIS Vs PSS

tinja

Lapakcasino – Pihak Komite Disiplin (Komdis) PSSI belum mengeluarkan keputusan terkait sanksi pemain yang terlibat dalam skandal “sepakbola gajah” antara PSIS Semarang dengan PSS Sleman, tgl 26 Oktober 2014 lalu. Sebab, jumlah pihak yang diperiksa terbilang banyak.

Disidang, hari Kamis 6 November 2014 kemarin, Komite Disiplin meminta keterangan para pemain PSIS. Diketahui ini adalah penyelidikan lanjutan yang dilakukan Komdis. Dimana sebelumnya, para penegak disiplin PSSI itu telah meminta keterangan dari pemain PSS.

Hinca Pandjaitan Ketua Komdis, mengatakan bahwa materi pertanyaan yang disampaikan sama seperti yang ditanyakan kepada pemain PSS. “Pertanyaan sama. Siapa yang menyuruh apa dan siapa yang melakukan apa,” ujarnya kepada wartawan di Hotel Century, Jakarta.

Hinca mengungkapkan, bahwa pihaknya belum bisa memberikan keputusan karena banyaknya pihak yang harus diperiksa. Tetapi, dia memastikan bahwa penyelidikan dari internal kedua tim sudah selesai dilakukan.

“Semua sudah selesai, karena jumlahnya banyak jadi kami butuh waktu untuk menyusun (keputusan),” kata Hinca.

Sebelumnya dilaporkan bahwa PSIS sudah melakukan pemecatan terhadap manajer serta pelatih dan tiga pemainnya atas kasus ini. Langkah ini diapresiasi oleh Komdis. Tetapi, Hinca menegaskan bahwa hal tersebut tak akan mempengaruhi keputusan mereka nanti.

Selanjutnya, pihak Komdis akan melakukan penyelidikan ke perangkat pertandingan. Rencananya, langkah pemeriksaan dilakukan pada Selasa 11 November 2014 nanti.Bola Tangkas

Dipecat PSSI, Indra Sjafri Tak Kecewa

indra-tempo

Lapakcasino – Coach Indra Sjafri tidak mempermasalahkan keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendepaknya dari jabatan sebagai pelatih Timnas U-19. Pasalnya, bagi mantan pemain PSP Padang itu, bahwa berkarier sebagai pelatih sepakbola tak hanya bisa dilakoninya di bawah federasi saja.

Masa kontrak Indra sebagai pelatih Garuda Jaya sebenarnya masih tersisa setahun lagi. Tetapi PSSI melalui rapat komite eksekutif yang digelar di Hotel Sultan, kemarin, telah memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Pihak PSSI memberhentikan Indra dari jabatannya.

“Tidak ada masalah, saya puas dengan kinerja saya selama bekerja dengan PSSI. Melatih kan bukan hanya di bawah PSSI. Saya sudah mengabdi untuk bangsa dan negara, dan kalau dibutuhkan lagi, tentu saya harus siap,” ujar Indra, hari Senin 3 November 2014.

Indra hanya berharap ada keputusan yang adil baginya mengingat dia sudah melatih Timnas selama tiga tahun. “Jika saya terus yang melatih malah jadi tidak adil nanti,” tambahnya.

Coach Indra juga merasa puas dengan pencapaiannya selama menukangi Evan Dimas dkk. Pelatih asal Sumatera Barat ini juga tidak kecewa dibebastugaskan dan tidak lagi menangani Timnas U-19.

“Kenapa mesti kecewa (dipecat PSSI)? Saya malah puas dengan prestasi saya, empat prestasi sudah saya persembahkan, juara HKFA dua kali, juara Piala AFF, dan lolos ke Piala Asia,” tegasnya.Agen Casino Online