Timnas U-19

Dipecat PSSI, Indra Sjafri Tak Kecewa

indra-tempo

Lapakcasino – Coach Indra Sjafri tidak mempermasalahkan keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendepaknya dari jabatan sebagai pelatih Timnas U-19. Pasalnya, bagi mantan pemain PSP Padang itu, bahwa berkarier sebagai pelatih sepakbola tak hanya bisa dilakoninya di bawah federasi saja.

Masa kontrak Indra sebagai pelatih Garuda Jaya sebenarnya masih tersisa setahun lagi. Tetapi PSSI melalui rapat komite eksekutif yang digelar di Hotel Sultan, kemarin, telah memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Pihak PSSI memberhentikan Indra dari jabatannya.

“Tidak ada masalah, saya puas dengan kinerja saya selama bekerja dengan PSSI. Melatih kan bukan hanya di bawah PSSI. Saya sudah mengabdi untuk bangsa dan negara, dan kalau dibutuhkan lagi, tentu saya harus siap,” ujar Indra, hari Senin 3 November 2014.

Indra hanya berharap ada keputusan yang adil baginya mengingat dia sudah melatih Timnas selama tiga tahun. “Jika saya terus yang melatih malah jadi tidak adil nanti,” tambahnya.

Coach Indra juga merasa puas dengan pencapaiannya selama menukangi Evan Dimas dkk. Pelatih asal Sumatera Barat ini juga tidak kecewa dibebastugaskan dan tidak lagi menangani Timnas U-19.

“Kenapa mesti kecewa (dipecat PSSI)? Saya malah puas dengan prestasi saya, empat prestasi sudah saya persembahkan, juara HKFA dua kali, juara Piala AFF, dan lolos ke Piala Asia,” tegasnya.Agen Casino Online

Pelatih Australia Jatuh Hati Pada Evan Dimas dan Paulo Sitanggang

evan-uzbekistan

Lapakcasino Arsitek Tim Nasional Australia U-19 Paul Okon, sudah memberikan perhatian khusus kepada dua pemain Tim Nasional Indonesia U-19, yakni Evan Dimas dan Paulo Sitanggang menjelang kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan penyisihan Grup B Piala Asia U-19, pada hari Minggu (12/10/2014).

Seperti diketahui bahwa Evan dan Paulo merupakan gelandang kreatif di skuad Garuda Jaya. Terlebih Paulo menciptakan satu-satunya gol saat Timnas U-19 ditaklukkan 1-3 oleh Uzbekistan, pada hari Jumat (10/10/2014).

“Nomor enam (Evan Dimas). Pemain ini bintang yah di Indonesia? Dia merupakan pemain bagus. Dimana saya tahu dia pemain bagus karena saat dia masuk ke lapangan banyak orang mengelukan namanya. Saya rasa dia memang bagus. Saya sudah jatuh hati padanya. ” kata Okon di Hotel Taw Win, pada hari Sabtu (11/10/2014).

Dituturkan Okon, bahwa Evan layak membela tim nasional senior dengan kemampuan yang dimilikinya. “Kenapa dia tidak main di sana (timnas senior). Pemain ini adalah pemain yang bagus. Sejumlah pemain saya ada yang main di timnas senior. Kurang lebih ada dua pemain Australia yang bermain di Piala Dunia saat masih berada di usia di bawah 20 tahun. ” tuturnya.

Sedangkan mengenai Paulo, Paul Okon mempertanyakan keputusan pelatih Indra Sjafri tak memainkan Paulo sebagai starter.

“Mengapa nomor 17 tak jadi starter (Paulo Sitanggang). Dimana anda harus menanyakan itu kepada pelatih. Sebab saya suka gaya permainan Sitanggang dan Evan. Mengingat kedua pemain yang sangat bagus. Evan dan Paulo bermain bukan mengandalkan fisik. Kedua pemain ini tahu cara bermain bola dan Indonesia mengandalkan itu. ” bebernya.Agen casino sbobet

 

 

Jadwal di Piala Asia Untungkan Timnas U-19

Indra-sjafri-kompas

Lapakcasino – Arsitek Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri, sudah memandang sama kekuatan tiga tim yang berada di Grup B Piala Asia U-19 di Myanmar yang berlangsung 9-23 Oktober 2014. Timnas Uzbekistan, timnas Australia dan Uni Emirat Arab dinilai Indra memiliki tingkat kesulitan yang sama, tapi bukan tak mungkin dikalahkan.

Pelatih Indra juga mengaku timnya mendapatkan keuntungan dari jadwal pertandingan di Grup B Piala Asia 2014. Bertarung jam 3 siang melawan tim-tim seperti Australia dan Uzbekistan seharusnya menguntungkan bagi Evan Dimas dan kawan-kawan.

“Kita anggap sama tiga tim di Grup B. Kini yang menguntungkan adalah kita main di laga pertama jam 3 siang. Selanjutnya lawan Australia jam 3 siang juga bagus. Jadi ini jadwal yang menguntungkan. ” kata Indra.

Jumlah dan jadwal latihan skuad Garuda Jaya di Piala Asia juga telah Indra kantongi, yang di mana Timnas akan memulai latihan resmi pertama pada 7 Oktober 2014 di Yangon Myanmar. Pelatih Indra juga mengungkapkan, bahwa pertemuan anak-anak asuhannya dengan tim asal Timur Tengah seringkali membuat permainan Timnas U-19 lebih nyaman.

“Ya. Jika lawan tim dari Timur Tengah, maka kita mainnya lebih enak. Dimana orang-orang tinggi biasanya takut dengan tim-tim yang bermain cepat. Sehingga seperti Atletico Madrid B dan Valencia B juga kesulitan lawan kami. ” ucapnya.

Terkait target Timnas U-19 untuk lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015, pelatih Indra menekankan kerja keras yang harus dilakukan timnya. Indra Sjafri juga menganggap kesuksesan menjuara Piala AFF 2013 bukanlah sejarah, sebab Indonesia harus menatap sasaran yang lebih tinggi.Agen sbobet terpercaya